SERTIFIKASI HUTAN

 

Dalam rangka pemenuhan terhadap regulasi maupun persyaratan standar lainnya sekaligus pembuktian terhadap praktek pengelolaan hutan yang memenuhi norma-norma kelestarian maka strategi melalui sertifikasi pengelolaan hutan lestari baik mandatory/wajib maupun voluntary/sukarela ditempuh oleh Unit Manajemen untuk melihat sejauh mana praktek pengelolaan hutan sudah memenuhi persyaratan yang ada.

Sertifikasi yang telah ditempuh oleh Unit Manajemen antara lain:

  1. Sertifikasi PHPL, bersifat wajib sesuai Perdirjen PHPL P.14/PHPL/SET/4/2016 tentang Pedoman Penilaian Kinerja PHPL dan Verifikasi Legalitas Kayu Pada Pemegang Izin atau Pada Hutan Tanaman.Masa berlaku sertifikat 13 November 2018 sampai12 November 2023 dengan noNo. 004.6/EQC-PHPL/XI/2018, dilakukan oleh LPPHPL Equality Indonesia.
  2. Sertifikasi IFCC-PEFC, bersifat sukarela, masa berlaku 6 Agustus 2019 sampai 9 Agustus 2022 dengan no sertifikat No. IDN23190006, dilakukan oleh Bureau Veritas.
  3. Sertifikasi Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3), bersifat wajib sesuai PP No. 50 tahun 2012 tentang Penerapan Sistem Manajemen K3.

 

Pada saat ini Unit Manajemen sedang dalam tahap penilaian terhadap pemenuhan standar ISO 14001:2015, OHSAS 18001, dan persiapan menuju sertifikasi FSC Controlled Wood.